
Namun, ada satu hal penting yang saat ini sedang ia lakoni. Mahasiswi London School ini sedang sibuk menyelesaikan skripsinya. Meski mengaku khawatir soal ujian akhir yang akan ia jalani, Nadine terus bersiap untuk segera menyelesaikan studinya.
"Sekarang sibuk ngerjain skripsi. Deg-degan, penasaran seperti apa nanti sidangnya. Pokoknya saya sering konsul sama dosen," ungkap Nadine yang ditemui di sela gladi resik pementasan Ketoprak Humor, di Senayan City, Jumat siang.
Nadine mengungkapkan, ia memang tidak ingin berlama-lama dalam menyelesaikan kuliahnya. Nah, untuk memenuhi targetnya dia melakukan persiapan mental dan fisik, yakni dengan menjaga kesehatan.
"Pinginnya sih cepet selesai. Pasti semua itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Makanya setiap hari saya minum vitamin. Biar tetap fit," ujar dara kelahiran, Jerman 8 Mei 1984 ini.
Dalam Ketoprak Humor, Nadine berperan sebagai calon istri Hayam Wuruk dalam kisah Kerajaan Majapahit.
Disinggung masalah honor, Nadine mengaku hanya mendapatkan honor transportasi. "Ada saatnya kita menerima, dan ada saatnya kita memberi," ujar Nadine dalam bahasa Inggris.
Alasan ia menerima tawaran bermain dalam ketoprak adalah tantangannya. Darah Jawa yang mengalir di tubuhnya menantang dia untuk menguji kemampuannya dalam sejarah Pulau Jawa.
"Di situ saya mendapat sedikit dialog dalam bahasa Jawa," cerita Nadine.
"Saya sangat tahu jalan ceritanya, meski mereka membawakannya dalam bahasa Jawa," sambung Nadine yang mengaku tak lancar bicara bahasa Jawa, tapi bisa mengerti dialog orang lain.
Untuk mendalami perannya, terpaksa Nadine membuka-buka buku sejarah. Sejauh ini, selama dua kali latihan, belum ada kendala.
"Dulu saya menganggap nonton ketoprak itu membosankan. Lama. Nggak menarik. Tapi pas latihan, nggak selalu begitu kok," jelas Nadine. [L1]