“Saya bersyukur kepada Allah karena ini perjuangan yang cukup panjang dan putusan MA sekarang sudah keluar. Hasil inipun berkat doa Rasya dan saya. Saya sangat berterima kasih semata-mata hanya untuk Rasya dan ini merupakan harapan terbaik buat Rasya,” ungkap Rafli setelah mendapat salinan PK dari PA Jaksel.
Bagi Rafli keputusan yang diambil oleh majelis hakim sudah adil setelah melihat faktor-faktor yang ada. Hal inipun diamini oleh sang anak, Rasya dan berharap agar ini memang putusan yang terbaik bagi hidupnya.
Kejadian 1 tahun lalu yang membuat diri Rafli sedih karena dilaporkan kepolisi oleh Tamara tidak membuatnya putus harapan. Justru Rafli tetap salat dan berdoa agar mantan istrinya itu bisa melihat anaknya sendiri.
“Saya tidak ada dendam dihati, apa yang terjadi pada Rasya bukan yang dibuat-buat tapi Rasya mengalaminya sendiri. Saya juga tidak pernah menghalangi Tamara menghubungi Rasya, dia tahu kok nomor telponnya dan saya selalu open kok, nggak ada untungnya saya menghalangi Tamara,” lanjut Rafli.
Sebagai seorang ayah, Rafli tidak ingin memaksakan sesuatu kepada Rasya. Oleh karena itu, diapun sering menanyakan pada anaknya apakah sudah siap bertemu dengan ibunya dan jawaban yang diterima Rafli selalu sama yaitu Rasya belum siap. Namun sampai sekarang kondisi Rasya sendiri sehat, tinggi, gemuk bahkan nilai-nilai sekolahnya bagus-bagus. [L7]