
Penyanyi muda Afgan bersama kelompok band Dewa 19, GIGI, dan Ungu sudah mulai mengawali road show Konser Ramadhan SCTV di empat kota. Konser akbar ini bakal mengusung pesan religi pada setiap pertunjukan, yang akan dimulai dari Parkir Timur Senayan, Jakarta (4/9), Bandung (9/9), Sidoarjo (16/9), serta Yogyakarta (23/9).
Di tiap kota itu, Konser Ramadhan ini dimulai pukul 22.30 WIB dan disiarkan langsung oleh SCTV. "Seminggu sekali selama Ramadan, SCTV mencoba menyajikan tontonan berbeda dengan memberikan pesan religi melalui konsep nada dakwah," ujar Budi Darmawan, manajer humas SCTV.
Konser Ramadhan diawali dengan penampilan beberapa musisi yang baru saja meluncurkan album musik religi. Mereka adalah Afgan, Ungu, dan GIGI yang siap mengalunkan nada dakwah.
Afgan akan tampil dengan tembang terbaru, Padamu Kubersujud, Ungu dengan lagu religi terbarunya dari album Para Pencarimu, dan GIGI mempersembahkan lagu-lagu dari album religi keempat, Jalan Kebenaran.
Ungu dan GIGI boleh jadi adalah grup yang paling laris selama Ramadan ini. Bahkan, kedua grup itu sudah beberapa kali tampil sepanggung. Mereka pun pernah tampil satu panggung dalam suguhan kolaborasi akustik. Dalam aksi sepanggung itu, kedua grup band papan atas ini tidak hanya menyanyikan hit mereka, tetapi keduanya saling bertukar lagu andalannya. Armand dan kawan-kawan akan membawakan lagu-lagu Ungu dengan warna musik ngerock. Dan sebaliknya, Pasha dan kawan-kawan menyajikan tembang milik GIGI dengan warna ngepop.
Memasuki masa puasa saat ini, pelaksanaan Parade Bedug juga digelar kembali. Gelaran itu sponsori Sampoerna Hijau. Branch Manager Sampoerna Hijau, Suminto Alexander Hermawanto mengatakan konser musik parade bedug berupaya melestarikan bedug sebagai alat musik tradisional Indonesia.
Gagasan pembuatan bedug raksasa berdiameter 2,2 m, sepanjang 4 m, setinggi 2 m dengan berat mencapai 4 ton (1999) itu pun terealisasi. Lalu, sejak itu bedug yang dinamai 'Bedug Sampoerna Hijau' itu diarak keliling sebagian wilayah Nusantara (Parade Bedug) yang dibarengi hiburan dari penyanyi/grup band, para pemusik kontemporer serta perlombaan tabuh bedug.
Parade Bedug 2008 yang bertajuk Budaya Milik Rame-rame akan berlangsung pada 10-21 September melalui dua rute, Sumatera (bertolak dari Kota Padang) dan Jawa (dari Sumenep, Madura). Dari kedua rute itu, parade bedug buatan Empu Triwiguno akan berpenghujung di Depok, Jawa Barat (21/9).
Artis pemusik dan penyanyi yang bakal memeriahkan Parade Bedug 2008 antara lain adalah Gigi, Ungu, Nidji, Andra & The Backbone, Seurieus, Naff, ST-12, d'Masiv, Ari Lasso, Seventeen, Marvells, Nineball, Juliette dan Angkasa.
'Bedug Sampoerna Hijau' dibuat di Yogyakarta dalam jangka waktu sekitar dua bulan dengan tim sebanyak 16 orang (1999). Saat ini, bedug itu ditempatkan di Mesjid Agung Tasikmalaya hingga tiba waktunya untuk berkeliling dalam Parade Bedug yang rutin digelar setiap tahun.
Konser musik selama Ramadan, diharapkan oleh budayawan Taufik Ismail menjadi media atau wadah syiar agama. "Lewat bahasa musik yang universal, pesan-pesan keagamaan, pesan-pesan tentang kebaikan akan lebih mudah diterima orang," ungkap Taufik yang akan ikutan
dalam konser bertema The Spirit of Ramadhan, di Plenary Hall Jakarta Convention Center, 9 September.
"Saya menulis buku, yang baca hanya ratusan orang, tetapi ketika karya saya dibawakan lewat lagu, yang mendengarkan bisa jutaan orang. Itulah dahsyatnya musik, dan saya ingin berterimakasih kepada para musisi kita yang telah memperkenalkan karya saya lewat musik," kata Taufik Ismail.
Cuma sayangnya, sindir Taufik, musisi lebih suka waktu yang mepet dalam memberikan pekerjaan. Tak jarang, akibat waktu yang mepet itu, ia menolak.
"Pernah Erwin minta ke saya untuk Gita. Tapi waktunya sangat mepet dan sampai sekarang belum bisa terlaksana," katanya.
Nama Taufik Ismail boleh jadi langganan bagi para musisi yang ingin membuat lagu religius. Tak hanya Erwin, Bimbo pun pernah melakukannya, misalnya untuk lagu Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya, Gigi untuk lagu Pintu Surga.
Berkaitan dengan konser, Taufik Ismail mengatakan, dalam konser nanti ia akan membawakan beberapa puisi yang bertema Islami. "Soal bagaimana, kita lihat saja nanti. Yang jelas, saya senang bisa bergabung dengan Erwin Gutawa, Bimbo, Gigi, Ungu dan musisi-musisi lain. Kita akan memberikan yang terbaiklah," terang Taufik Ismail.
Sementara, menurut Erwin Gutawa, konsep konser Ramadhan dipenuhi suasana 1980-an , karena banyak penyanyi 1980-an seperti Bimbo dengan khas membawakan lagu-lagu religi yang tidak pernah putus.
"Intinya kita akan menyuguhkan sesuatu yang agak berbeda dengan konser sebelumnya," jelas Erwin lagi. [L1]