
INILAH.COM, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) bersama ratusan pengikutnya mendemo Lembaga Sensor Film (LSF). FPI menolak pemutaran film Hantu Puncak Datang Bulan yang dianggap porno.
FPI datang dengan empat orang ketuanya, yakni Al Habib Slin Bin Umar Al Athos, Al Habib Fachry Jamalullail dan Al Habib Ahmad Al Aidi bersama ratusan anggota FPI. Kedatangan mereka disambut oleh anggota LSF, Anwar Fuadi.
"Mereka protes dan keberatan film Hantu Puncak Datang Bulan ditayangkan. Namun mereka melihat itu dari prmosi-promosi seperti foto, rekaman video, famplet, yang memang belum di sensor," terang Anwar seusai melakuakan pertemuan dengan FPI di gedung Film, jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (4/2).
Anwar menegaskan kalau film Hantu Puncak Datang Bulan sudah lulus sensor dan semua hal yang berbau porno dan vulgar sudah dibuang. Kalau sampai saat ini ada gambar-gambar yang tidak vulgar, itu hanyalah strategi dari produser.
"Kami menjelaskan kalau film tersebut sudah lulus sensor. Semua yang berbau porno dan vulgar sudah kami buang. Tapi kalau sekarang masih ada yang porno dan vulgar, itu salah produser sendiri, mereka masih memakai gambar-gambar itu untuk promosi," sambung Anwar.
Sebelumnya, untuk menghindari tindakan kekerasan, sejak Rabu (3/2) malam, Anwar memerintahkan kepada seluruh bioskop untuk tidak memutar film Hantu Puncak Datang Bulan yang rencananya akan diputar perdana pada hari ini, Kamis (4/2).
"Mereka (FPI) bilang silahkan film itu diputar selama tidak mengandung porno. Kita lihat saja nanti apakah film itu akan bisa diputar. Namun yang pasti dari kami, LSF, film itu sudah kami sensor," tukas Anwar. [fei/aji]