Jumat, 22 Agustus 2014 | 22:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KPK Bantah Pilih Kasih dalam Kasus Suap MK
Headline
Juru Bicara KPK, Johan Budi SP - Foto:Istimewa
Oleh: Santi Andriani
artis - Selasa, 28 Desember 2010 | 14:17 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta-KPK membantah mengutamakan laporan Mahfud MD terhadap Refly Harun dalam menyelidiki dugaan korupsi di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kasus ini ada dua laporan yang disampaikan kepada KPK. Pertama, laporan dari Ketua MK Mahfud MD mengenai percobaan penyuapan oleh ReflyHarun. Kedua laporan tim investigasi bahwa terjadi upaya pemerasan oleh hakim MK.

"Kita tidak melihat dari mana atau siapa laporan itu disampaikan, karena timnya (penyelidik) juga sama. Tidak diarahkan akan mengungkap yang mana dulu, jika dalam proses penyelidikan ditemukan dua alat bukti yang cukup itu yang naik ke penyidikan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di gedung KPK, Jakarta, Selasa(28/12/2010).

Hal itu ditegaskan Johan menanggapi pertanyaan mengapa Refly Harun dan Maheswara Prabandono mendapat kesempatan pertama diperiksa. Menurutnya, pemeriksaan keduanya untuk yang pertama kali sejak kasus ini dinaikkan ke penyelidikan bukan karena keduanya merupakan orang yang dilaporkan.

"Meski memang ada dua laporan yang berbeda, yaitu Pak Mahfud melaporkan adanya percobaan penyuapan, sementara bekas tim investigasi melaporkan adanya dugaan penyuapan dan pemerasan, tapi kasus ini kan subyek dan obyeknya sama," beber Johan lagi.

Dua hari mulai melakukan pemeriksaan terkait laporannya adanya dugaan suap di tubuh MK yang diketui Mahfud MD. Ternyata KPK memulai dengan meminta keterangan terhadap pihak-pihak yang dilaporkan oleh Mahfud MD.

Baik Refly Harun maupun Maheswara adalah dua orang yang dilaporkan Mahfud ke KPK beberapa waktu lalu dengan dugaan percobaan penyuapan kepada Hakim Akil Muchtar senilai Rp1 miliar. Mereka dianggap mengetahui percobaan penyuapan itu namun tidak melaporkan ke pihak berwenang.

Selain Refly yang kemarin sudah diperiksa hampir sembilan jam oleh penyelidik dan Maheswara, Mahfud juga melaporkan klien mereka yaitu Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER