Senin, 28 Juli 2014 | 15:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Nasdem Bengkulu Nonaktifkan Dirwan Mahmud
Headline
Dirwan Mahmud - Foto:Istimewa
Oleh:
artis - Kamis, 6 Januari 2011 | 12:34 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bengkulu - Organisasi massa Nasional Demokrat Bengkulu akan menonaktifkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud karena diduga terlibat narkoba.

"Dia, posisinya sementara akan dinonaktifkan, sampai menunggu ada kejelasan status hukum setelah ditangkap Kepolisian Pelabuhan Bakaheuni Lampung belum lama ini," kata Ketua Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Nasional Demokrat Provinsi Bengkulu Dedi Hermansyah, Kamis.

Bila dugaan memiliki narkoba itu terbukti secara hukum, tidak tertutup kemungkinan posisi Dirwan Mahmud dipecat dari keanggotaan Nasdem. Sanksi tersebut untuk memberikan efek jera bagi anggota lainnnya sehingga tidak main-main dalam penggunaan narkoba.

"Saya memang baru mendengar berita tertangkapnya Dirwan Mahmud karena organisasi ini baru, maka kita tidak ingin ada masalah kemudian hari," katanya.

Ia meminta kepada pengurus DPW untuk rapat khusus dengan agenda membahas penonaktifan sementara Dirwan Mahmud sebagai Ketua Nasdem Bengkulu Selatan serta langkah selanjutnya akan diambil organisasi.

Diharapkan dalam rapat tersebut, segera membahas siapa yang bakal menggantikan posisi Dirwan secepatnya, karena jalannya organisasi harus tetap hidup, apalagi memasuki awal 2011 banyak agenda penting yang harus terselesaikan.

Ia menjelaskan, tertangkapnya Dirwan ini karena kedapatan membawa narkoba di Bakaheuni Provinsi Lampung pekan lalu, namun masih menunggu pembuktian secara hukum dari pihak penyidik.

"Saya heran kalau benar Dirwan kedapatan membawa narkoba, setahu saya Dirwan untuk meminum-minuman keras saja tidak, apalagi sampai menggunakan narkoba," tandasnya.

Menanggapi permasalahan ini ia masih akan bersikap bijak, penonaktifan ini juga akan bersifat sementara, sebelum adanya kekuatan hukum tetap terhadap Dirwan Mahmud.

Ia mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait masalah Dirwan, karena bersamaan dengan penangkapan tersebut mantan calon bupati itu santer dibicarakan media terkait persoalan suap di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Masalah tersebut tidak ada hubungan dengan organisasi maka bukan kapasitas pengurus menanggapinya, apakah memang dijebak oleh lawan politik atau bukan," ujarnya. [ant]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER