Rabu, 22 Oktober 2014 | 06:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Waspada, Penyakit Saat Musim Pancaroba
Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Dahlia Krisnamurti
artis - Kamis, 20 Januari 2011 | 22:09 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM,Jakarta - Kondisi lingkungan pada musim pancaroba seperti saat ini memungkinkan peningkatan jumlah bibit penyakit. Apa saja jenis penyakitnya?

Lingkungan alam sudah berubah, dan datangnya musim pancaroba sulit ditebak. Perubahan cuaca secara ekstrem tidak pelak lagi memunculkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, termasuk kita yang tinggal di negara tropis. Perubahan cuaca pula yang tiba-tiba membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terhadap penyakit.

"Pada prinsipnya, sakit itu karena daya tubuh melemah. Perubahan cuaca dengan tiba-tiba, mengakibatkan suhu tubuh pun berubah drastis," ujar dr Ari Fahrial Syam, ahli penyakit dalam FKUI-RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta.

Penyakit ini menjangkiti mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, mobilitas tinggi, dan anak-anak. Kemunculan penyakit itu semakin meningkat pada awal perubahan musim, karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tidak lepas dari pola makan. Datangnya musim panas atau kemarau dengan suhu panas ekstrem mencapai 34-35 derajat celcius, cukup mudah bagi ISPA menyerang manusia.

"Pancaroba membuat lingkungan tidak bersih. Pada musim panas banyak debu, tiba-tiba turun hujan dan mengakibatkan debu tersebut langsung naik, lalu kemudian panas lagi dan banyak debu lagi," kata dia.

Menurut data RSCM, kini penyakit yang kerap ditemui adalah diare, ISPA, dan demam berdarah. Mereka yang terinfeksi penyakit itu digolongkan dalam tiga kategori yakni mereka yang tergolong jompo atau berusia di atas 70 tahun, anak kecil, dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Kondisi lingkungan pada musim pancaroba memungkinkan adanya peningkatan jumlah bibit penyakit dan tingkat penularan virus. Penderita ISPA biasanya mengalami gejala awal berupa batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh atau demam.

Demam bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit lain, misalnya influenza. Khusus untuk influenza dapat diatasi dengan pemberian vaksin atau imunisasi terlebih dahulu menjelang perubahan musim. Tujuannya agar masyarakat dapat terhindar dari kemungkinan serangan influenza.

Pada influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38-40C, selain itu kepala terasa sakit, juga otot-otot dan sendi-sendi, terasa lelah, kurang nafsu makan, suara parau, batuk yang tidak produktif, sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak memerah, radang mata, keluar ingus, dan kongesti hidung. Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.

Sejumlah gejala itu berangsur-angsur berkurang dan biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari. Namun batuk dan rasa lemah serta keletihan tetap.

Gejala awal penyakit saluran napas, yaitu batuk ditandai dengan bersin-bersin, sesak napas, dan demam ringan sampai sedang. Untuk penyakit bronchitis, kerap terjadi pada udara yang lembab dan berhawa dingin. Bronkhitis di antaranya disebabkan infeksi bakteri atau virus, dimulai saat bakteri atau virus mengiritasi bronkhus sampai akhirnya terjadi pembengkakan.

Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 1,5 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Penyakit yang umumnya menyerang itu adalah malaria, demam berdarah, dan influenza, serta penyakit turunan lainnya, seperti serangan jantung dan stroke. Selain penyakit seputar ISPA, musim pancaroba juga kerap menimbulkan penyakit-penyakit lain di antaranya:

Demam dan Flu

Dua gangguan kesehatan ini paling rentan menyerang di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru di musim pancaroba inilah Anda digempur serangan berbagai kuman (biasanya virus) secara besar-besaran. Sebaiknya jangan disepelekan, gangguan ini merupakan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius.

Diare

Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan.

Penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan. Diare itu sebenarnya dapat digolongkan dalam penyakit ringan. Namun, apabila terjadi secara tiba-tiba dan kurang mendapat perawatan dapat berakibat fatal, terutama jika diare itu terjadi pada anak balita.

Berikut beberapa cara mencegah serangan penyakit-penyakit tersebut:

- Menjaga asupan makanan. Nutrisi yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

- Mengonsumsi multivitamin. Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba.

-Jaga kebersihan. Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah. Dan, sebaiknya jangan jajan sembarangan. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA