Rabu, 1 Oktober 2014 | 11:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Puisi Terakhir Si Burung Merak
Headline
Oleh: Aris Danu C
artis - Jumat, 7 Agustus 2009 | 10:58 WIB
INILAH.COM, Depok - Meski menahan sakit dan sudah menjelang ajal, WS Rendra tak ingin seperti orang kebanyakan yang malah menerawang. Penyair dan budayawan ini memilih tetap berkarya. Puisi terakhir pun dibuatnya di pembaringan rumah sakit.

"Wasiat secara tulisan, dia membuat puisi dalam keadaan sakit. Menurut dokter, kalau orang sudah mau meninggal biasanya suka menerawang kayak ngigau. Tapi dia masih bisa buat puisi. Dia ingin membuktikan masih bisa berkarya," kata anak Rendra, Theodorus Setya Nugraha (50), di Bengkel Teater, Depok, Jumat (7/8).

Puisi terakhir Rendra dibuat saat diopname di RS Mitra Keluarga Depok pada 31 Juli 2009. Berikut isi lengkap puisi terakhirnya:

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

[sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
oliya nadira
Sabtu, 8 Agustus 2009 | 15:23 WIB
mentariku tenggelam nafas sayatan luka berang untuk Sang Kebanggaan... slamat jalan.. Tuhan,simpan ia dalam arsy keagungan
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA