INILAH.COM, Jakarta-Aktris Sandra Dewi memiliki tradisi tersendiri bersama keluarga untuk merayakan tahun baru China atau Imlek. Sandra Dewi sibuk menyiapkan berbagai keperluan imlek yang menurut kalender China jatuh di tahun Naga.
Seperti apa persiapan aktris kelahiran Pangkal Pinang, 8 Agustus 1983 itu? Berikut wawancara singkat dengan Sandra Dewi saat ditemui di kediamannya di Permata Regency, kawasan Srengseng, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Seperti apa Sandra Dewi mempersiapan imlek bersama keluarga?
Semuanya bikin sendiri. Lantai disikat, baju baru, sepatu baru, sampai ada tas kecil untuk angpaw. Kita jalan-jalan keliling kota, sampai pasar dan beli kembang api. Semuanya ingin cantik di hari itu. Terus dikasih angpaw, artinya diberi berkat dari orang tua. Datang ke rumah orang tua juga.
Apa yang paling berkesan dari perayaan imlek?
Kakek-nenek itu yang sering ajakin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, bermain-main dengan kami. Saat masih kecil. Sekarang semakin sibuk bekerja, semakin jarang bisa bertemu kakek dan nenek.
Kabarnya menyiapkan 20 macam kue untuk imlek, seperti apa?
Iya, 20 macam kue, kerupuk berbagai macam, ada ikan, cumi-cumi, getes (kerupuk bulat dan paling enak), ada kerupuk dari kacang ijo, lapis legit banget. Makanannya ada ketupat, bandeng, jamur-jamuran, ada makanan palembang, tekwan, karena papaku dari Palembang. Harus makan semua, nggak boleh diet, nggak boleh marah-marah juga.
Kenapa perayaan imlek tahun ini di Jakarta?
Kita nggak pulang ke Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sebenarnya mau pulang ke Bangka ya. Ada kerjaan buat pemotretan iklan yang baru, syuting sinetron juga, seminggu kemudian juga harus ke Korea. Makanya nggak bisa pulang. Sedih sih.
Seperti apa kebiasaan merayakan imlek di Bangka Belitung?
Disana ramai banget, ada barongsay yang datang ke setiap rumah, anak-anak yang datang ke rumah diberikan angpaw. Seru-seruan dan heboh. Jalan-jalan naik motor. Saling ketemu dan tuker-tukeran makanan. Kalau di Jakarta kan biasa aja.
Kapan rencana merayakan imlek di kampung halaman?
Maunya sih tahun depan ya. Nggak hanya di klenteng, tapi di jalanan juga dirayakan. Suasana dan kangennya itu yang selalu ditunggu-tunggu. Mau merasakan kenangan masa lalu saat masih sekolah. Perayaan disana luar biasa sekali.
Kalau tradisi bagi-bagi angpaw di keluarga seperti apa?
Angpaw-nya biasanya aku kasih ke mamaku, karena aku belum menikah. Jadi nanti yang kasih angpaw ya mamaku. Aku malah dapat angpaw dari orang tua. Maunya sih ngasih, tapi belum boleh karena belum nikah.
Apa harapan Sandra di perayaan imlek di tahun naga ini?
Boleh kan berharap nikah tahun ini. Ini bagus banget kalau menikah di tahun Naga. Saya masih sendiri, makanya kemarin jalan-jalan ke Eropa buat cari jodoh. Kalau nggak dapat orang Indonesia, ya bule juga nggak masalah.
Kenapa terlalu memilih pasangan?
Aku memang memilih karena nikah itu sekali seumur hidup. Harus cocok, keluarga juga harus menerima. Padahal sekarang sudah siap menikah, apalagi teman-temanku sudah banyak yang nikah dan sudah punya anak.