INILAH.COM, Depok - Komedian berdarah Betawi, Mandra merasa khawatir budaya Betawi turut diklaim Malaysia.
Mandra pun lantas mendirikan Pelestarian Sanggar Seni Budaya Betawi atau PANGSI, yang merupakan organisasi yang dibentuk sebagai rasa keprihatinan terhadap budaya Betawi yang mulai luntur.
"Saya merasa prihatin dengan banyaknya berita mengenai tarian dan beberapa kekayaan budaya bangsa kita diklaim negara lain. Demi menjaga agar budaya Betawi tidak ikut dicuri, makanya saya dirikan PANGSI," terang Mandra di acara deklarasi PANGSI di kawasan Cimanggis, Depok, Sabtu (30/6).
Komedian yang melejit lewat sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' ini menilai arus modernisasi saat ini deras sehingga sangat gampang budaya asing masuk dan diterima. Hal itulah yang membuatnya merasa perlu menumbuhkan kembali kecintaan budaya sendiri di kalangan generasi muda.
"Kalau bukan kita sendiri yang peduli, siapa lagi?," jelasnya. "Saya nggak mau anak cucu kita nanti tidak mengenal budaya bangsa sendiri, itu sangat memprihatinkan," imbuhnya.
Mandra menambahkan dengan mengatakan, organisasi yang dibentuknya tidak memungut biaya bagi peserta karena sejak awal dibentuk tujuannya memang ingin menjaga kelestarian budaya, khususnya budaya Betawi.
"Tidak ada istilah itu (pungutan biaya). Kalau ada yang mau sukarela menyumbang ya, silahkan karena kita memang mau mengembangkan nantinya," terangnya. [aji]