INILAH.COM, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, pengakuan Dik Doank soal poligami dalam ceramahnya di depan anak-anak Madrasah Pembangunan tak pantas dilakukan.
Apapun alasannya, Dik Doank dinilai kurang etis membicarakan masalah pribadi yang tak layak untuk didengar oleh anak-anak.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyanyi dan mantan presenter olahraga tersebut berbicara mengenai poligami yang dilakukannya di sela ceramah dengan anak-anak Madrasah Pembangunan di Kandank Jurank Doank, Jurang Mangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (9/8) malam.
"Tak pantas berceramah masalah pribadi dengan cara seperti itu (berapi-api) di depan anak-anak," ujar Muhammad Ihsan, sekretaris KPAI melalui telepon seluler, Jumat (10/8).
Ihsan menilai Dik Doank sulit mengendalikan emosinya ketika membicarakan poligami yang dilakukannya. Apalagi, empat hari ini telah menjadi sorotan media.
"Memang dalam konteks dengan materi baik bentuk ceramah untuk anak harus menyesuaikan dengan materi anak-anak, artinya dia sudah tidak mampu mengendalikan diri untuk mengetahui materi mana yang cocok untuk anak-anak mana yang tidak," urainya. [aji]