Sabtu, 20 Desember 2014 | 07:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Terkait Pemilukada DKI Jakarta
Ustadz Yusuf Mansyur Dicaci dan Dihina di Twitter
Headline
Ustadz Yusuf Mansur
Oleh: Arief Bayuaji
artis - Selasa, 11 September 2012 | 19:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ustadz Yusuf Mansyur menjadi sasaran hinaan dan cibiran di Twitter. Penyebabnya, terkait pemilukada DKI Jakarta, yang akan digelar 20 September mendatang.

Sejauh ini, diduga yang menghina dan mencaci Ustadz Yusuf, pembela Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok). Hinaan dan cacian bermula saat Yusuf melalui akun twitter pribadinya menulis menyangkut pemimpin amanah, pada akhir pekan lalu.

Selanjutnya, tulisan Yusuf tersebut disangkutkan dengan gaya kepemimpinan Jokowi di Solo yang tak amanah, lantaran meninggalkan tugas dengan sumpah, sebelum masanya berakhir.

Tulisan Yusuf dalam beberapa detik, ketika itu mendapat balasan jawaban, dari pihak yang diduga membela Jokowi. Seperti @kurawa yang menulis, "tapi ingat tad substansi & timing anda bcr spt itu jgn pikir kita ini bodoh".

Tapi, Yusuf membalas dengan mengatakan, "wooo... Maaf ya. Maafin saya. Ga mikir gitu koq".

Tudingan kasar kembali dilontarkan @asbabul_junub: Ente dibayar berapa sama Foke? ustad abal2 ente nih".

Yusuf pun hanya menjawab santai. "Maksudnya? Saya paham, pasti ttg tweet saya ya? Itu universal Pak,".

Namun, cacian terhadap Yusuf mendatangkan simpati dari @triomacan2000. Akun twitter yang kerap membongkar kasus korupsi para pejabat publik ini menyayangkan kenapa tulisan Ustadz Yusuf Mansyur dipolitisir.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Barat menggelar aksi damai di Bunderan Hotel Indonesia (HI) pada akhir pekan lalu. Mereka meminta tim sukses calon guburnur siapa pun tidak menghina ulama dan ustadz.

Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Barat, Rhezki Jovie Pratama mengatakan, "Ustadz Yusuf Mansyur hanya mengingatkan jemaahnya dalam akun twitternya, tiba-tiba diserang dan dihujat oleh relawan kotak-kotak dengan bahasa yang sungguh sangat menyakitkan ummat muslim, ini Pemilu gaya apa?," keluhnya dengan nada kesal.

Jovi menghimbau kepada Relawan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok untuk tak mengusik, menganggu dan menghina ulama Islam yang sedang berdakwah dalam mengingatkan umatnya. [aji]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
26 Komentar
masuddi
Sabtu, 21 Juni 2014 | 21:27 WIB
ustad kalau udah alim,dia aka selalu redah diri & selau mejaga lisanya.kalau ginian mungkin ustad tabloit.x
anwar
Minggu, 12 Mei 2013 | 21:21 WIB
semoga ALLAH memberikan cahaya iman kepada mereka mereka yang berpikir buruk dan prasangka prasangka yg tidak baik . hanya akan menumbuhkan perselisihan di muka bumi. yang penting kita sebagai warga negara indonesia hilangkan lenyap kan ego/perselisihan masing 2 untuk menjadikan bangsa ini bangsa yg maju makmur dan kaum muslim yg beriman.karena mayoritas muslim.
zuleha adam
Jumat, 12 April 2013 | 11:27 WIB
yg sabar ya ustadz,,Allah maha melihat lagi maha mengetahui apa yg terjadi di bumi, termasuk yg di alami ustadz yaitu di FITNAH,, Kita tinggal mengambil hikmanya saja. sujud syukur saya hanturkan kepada Allah SWT karna ALLAH telah membuka hati dan pikiran saya beserta suami melalui ceramah ustadz yg Uberjudul "KUN FAYAKUN" SUBHANALLAH,,,,
Unang Budiana
Rabu, 16 Januari 2013 | 22:59 WIB
Allah Maha Mengetahui.. Terus berjuang Ust. Yusuf Mansyur
apryan keyzha
Rabu, 9 Januari 2013 | 15:12 WIB
ga ada yg salah sama tulisannya tadz,tapi salah pada pemahaman akan makna tulisan,mereka bilang mrka tidak bodoh,tp sedang tertutup kepintarannya,,lbih tpatnya bgitu!!!! wassalam
feri
Kamis, 3 Januari 2013 | 02:37 WIB
yank sabar bang ustad...teruskan dakwahmu & cramahmu selagi dijalan allah...jangan takut allah maha tahu allah maha ada...
kaeroman
Kamis, 3 Januari 2013 | 01:37 WIB
manusia bangga disaat bersama-sama dikala sendiri dalam kesunyian terdengar suara-suara binatang malam akan berpikir 2x apa arti semua siapa saya sebenarnya pikiran berasal dari hati tanpa kebohongan akal akan berada pada kebohongan karena merasa KU pada dirinya AKU punya ALLAH SWT kenapa manusia merasa punya kata AKU ITULAH......
erni mardiana
Jumat, 14 Desember 2012 | 14:26 WIB
sabar ustad ga usag di bls kita doakan aje ni orang bertobat n' insaf sdh fitnah ulama.
pujiasih
Jumat, 14 Desember 2012 | 14:05 WIB
sebelum komen pahami dulu apa maksud dari sebuah kata ataupun kalimat. sabar tadz
gionwangi
Senin, 10 Desember 2012 | 08:54 WIB
seiring perjalanan waktu akan memberikan kita pengalaman dan langkah yg perlu dilakukan. semoga selalu memberikan arahan bukan mengarahkan. wassalam.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA