INILAH.COM, New York – Penyanyi dan penulis lagu legendaris Bob Dylan membela diri karena disebut menjiplak sebagian dari lirik lagu-lagunya, dan menjuluki para penuduhnya itu sebagai wussies dan pussies.
“Para ‘wussies’ (lelaki pengkritik) dan ‘pussies’ (wanita pengkritik) itu menyebut saya menjiplak. Sebetulnya ini sudah lama mereka lemparkan,” kata Dylan, 71 tahun, dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone terbitan Jumat (14/9).
Dalam album ke-35 bertajuk Tempestyang mulai dijual Selasa pekan ini, Dylan mengatakan bahwa ia suka mengutip dari berbagai sumber untuk penulisan liriknya, seperti dari penulis Jepang Junichi Saga atau dari penulis Perang Saudara Amerika dan penyair Henry Timrod adalah hal yang biasa bagi musisi “folk”.
“Benar, dalam musik folk dan jazz kutipan adalah tradisi yang kaya dan memperkaya itu adalah benar. Memang benar bagi semua orang, kecuali untuk saya. Ada aturan yang berbeda bagi saya,” katanya dengan nada marah, seperti dikutip AFP.
Dylan, seorang penganut Kristen, mengatakan ia juga benci difitnah sebagai Yudas hanya karena beralih dari gitar akustik dan kemudian memainkan gitar listrik. Dalam Al-Kitab Yudas adalah sosok yang mengkhianati Yesus.
“Sekadar karena bermain gitar listrik? Ada berbagai cara untuk mengkhianati Yesus dan apakah kita rela Yesus disalibkan. Semua orang jahat yang suka mengumpat sumpah serapah dapat membusuk di neraka,” katanya dengan penuh kegeraman.
Bob Dylan sudah membela diri atas tuduhan jilpak menjiplak itu selama festival musik Hop Fram di Paddock Wood, Kent, pada 30 Juni lalu. Dylan menolak dirinya menjiplak sebagian lirik lagu-lagunya dan menyebut para penuduh itu sebagai wussies.
Tuduhan plagiarism juga pernah dialaminya pada tahun 2011. Dylan, yang juga seorang pelukis, harus menghadapi pertanyaan yang tidak nyama. Ia membuat lukisan ketika selesai berkeliling Asia pada 2011.
Namun lukisan itu diklaim sebagai hasil pemotretan orang lain yang dituangkan Dylan dalam lukisan itu. Tentu Dylan juga menampik tuduhan ini. Bagaimana pun orang tetap respek kepada sosok Dylan sebagai musisi terkemuka.