Senin, 1 September 2014 | 14:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pipik Dian Irawati
Tak Pilih Kasih, Uje Mendoakan Siapa Saja
Headline
Pipik Dian Irawati - inilah.com
Oleh: Supriyanto
artis - Sabtu, 27 April 2013 | 16:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pipik Dian Irawati, istri Ustadz Jefry Al Buchori alias Uje bercerita banyak tentang alharhum suaminya, terkait wafat akibat kecelakaan motor tunggal.

Berikut ini wawancara dengan Pipik di rumahnya di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4) dinihari.

Apa yang mau disampaikan?

Saya cuma ingin mengajukan permohonan maaf, maafin ustadz, suami saya, untuk semua. Mungkin waktu dakwah ada yang menyinggung, mungkin ada salahnya, mohon dimaaafkan, diikhlaskan suami saya.

Uje itu sosok suami yang seperti apa sih?

Dia orangnya baik, saking baiknya dia, tadi pas abis pemakaman ada yang ambil foto awan, bentuknya begini (nunjukkin foto), seperti orang sedang berdoa, luar biasa. Maaf ini bukti bahwa suami saya nggak pernah pilih kasih, dia selalu mendoakan siapaun yang ketemu ama dia.

Menyangka nggak sih, Uje bakal secepat ini wafat?


Saya nggak nyangka secepat ini, dia lagi sakit, kecapean saja. Semalam masih becanda sama saya, masih minta beliin steak, saya beliin. Terus pas pulang saya suapin habis, sampai bersih. Terus anak saya ingin beli sepatu, soalnya kekecilan. Katanya Umi sendiri aja, katanya kasihan ama dedek, pengen beli sepatu. Dia nelpon 'sayang beliin kue kesukaan Abi di depan, saya bilang iya. Tetapi Abi jangan keman-mana.' Terus beliau bilang mau keluar sebentar, saya bilang jangan Abi, kan lagi keliyengan, lagi nggak enak badan. Katanya Abi sehat, cuma pengin keluar, ketemu orang, ada program buat Ramadhan. Saya telepon lagi, Abi bilang nggak apa-apa. Beliau ngeliatin motornya terus, pertama dia bilang hampir jatuh, tapi nggak apa-apa. Sebentar lagi Abi pulang sayang, terus abis itu tidur sama anak-anak.

Kapan denger kabar Uje kecelakaan?


Nah, abis itu ada telepon, saya nggak dengar. Lalu dikabarin kalau beliau sudah di UGD, saya datang dan terus saya pegang badannya hangat. Saya nggak punya firasat, dia bilang, yuk umi belajar jadi mayit yuk. Saya nggak mau, dia bilang ayuk kita berdua belajar jadi mayit yuk, itu masih nggak ada firasat, Terus beliau masih ciptain lagu, ternyata itu pertanda dia dipanggil Allah, dia cuma bahas soal anak. Abi bangga sama dedek.


Apa yang disampaikan ke uje jelang kepergiannya?


Saya tadi janji, Abi, Umi akan gedein mereka sampai jadi orang besar kayak Abi.

Ada pesan buat anaknya? (Pipik duduk sama anak laki-laknya yg biasa dipanggil dedek)


Saya bilang kamu harus bangga, kamu soleh, kamu amanah ya, nak. Abi kan selalu pesen, kalau pas Abi nggak ada, dedek sama Umi, alhamdulillah dedek nggak pernah ketinggalan salat. (Sambil pegang pundak dedek)

Kasih kado apa ke Uje waktu ultah?


Ini ada buku yang saya buat pas beliau ultah. Ini adalah kumpulan quote yang selama ini dia broadcast di BlakBerry dan email. Kumpulan itu saya cetak, saya kumpulin jadi satu. Pas saya kasih, beliau nangis karena dia sayang sekali dengan kata-kata yang bagus.

Tadi ada awan berbentuk orang yang sedang berdoa saat pemakaman Uje, komentarnya?


Subhanallah, dia kekasih Allah, kekasih Rasulullah, didoakannya langsung muncul awan, ini kekuasaan Allah. Terima kasih ya semuanya yang sudah dukung Uje. Mohon maaf, tanpa kalian Uje nggak bisa seperti itu.[aji]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER