Rabu, 26 November 2014 | 12:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Kecelakaan Dul
Farhat Abbas Salahkan Ahmad Dhani
Headline
Farhat Abbas - (Foto:inilah.com)
Oleh: Agusniar Ditasani
artis - Senin, 9 September 2013 | 10:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Farhat Abbas geram kasus Dul, anak Ahmad Dhani, kecelakaan di tol jagorawi, Minggu (8/9) dini hari, yang merenggut enam nyawa. Farhat pun menyalahkan Dhani.

"Seharusnya Dhani berpikir ulang untuk mengembalikan anaknya kepada Maia. Ini karena kelihatan kalau Dhani nggak bisa mendidik anaknya dengan benar," ucap Farhat di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (8/9) malam.

Menurutnya, tidak seharusnya Dhani mengizinkan putra bungsunya tersebut untuk berpacaran dan menyetir mobil.

"Akibat buruknya kontrol yang dia berikan. Ini bukan menyangkut masalah gosip, tetapi masalah nyawa manusia. Mudah-mudahan pihak kepolisian serius menangani masalah ini. Karena memang nggak seharusnya anak seumur Dul bisa pacaran sampai larut malam, dan diizinkan menyetir mobil," jelasnya.

"Ini tidak baik dicontoh untuk anak-anak menyetir di bawah umur," imbuhnya.

Farhat pun dengan tegas meminta aparat kepolisian menggeledah rumah Dhani.

"Harus digeledah rumahnya. Dhani jangan sampai ada narkoba atau alkohol. Karena aneh mobil itu bisa loncat seperti itu, berarti mengemudinya tidak stabil," terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan keterangan resmi kronologis kecelakaan maut yang melibatkan Abdul Qodir Jaelani (Dul), putra bungsu Ahmad Dhani di jalan tol Jagorawi KM 8, Minggu (8/9) dinihari.

"Pada hari Minggu pukul 00:45 WIB (terjadi tabrakan) antara tiga mobil, sedan Mitsubishi Lancer, mini bus Toyota Avanza, dan Grand Max," jelas Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).

Rikwanto menambahkan, dari kecelakaan tersebut enam orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

"Dari hasil olah TKP, kami dapatkan mobil Lancer berasal dari Bogor ke Jakarta, kehilangan kendali, masuk pembatas jalan dan masuk arah Jakarta ke Bogor, menabrak langsung Grand Max berisi enam orang. Lancer milik Abdul Qodir Jaelani, Grand Max milik Nugroho Brury Laksono yang meninggal dua orang dan Avanza milik Hendro Sasongko. Di Grand Max ada enam orang, di Avanza ada tujuh orang. Jadi yang meninggal enam yang dirawat sembilan orang," paparnya.

Di dalam mobil yang dikendarai Dul terdapat seorang laki-laki bernama Noval, temannya, yang mengalami luka serius. [aji]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA