Rabu, 26 November 2014 | 07:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Candil-Igor Saykoji
Inspirasi Dangdut Rhoma Irama
Headline
istimewa
Oleh: Aris Danu Cahyono
artis - Selasa, 22 Desember 2009 | 16:45 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Candil dan Saykoji berkolobarasi. Hasilnya, bukan lagu rock dan rap, tetapi percampuran musik rock, rap, dan dangdut. Ekspolrasi ada karena keduanya menyukai Rhoma Irama.

Pembuktiannya, keduanya telah meluncurkan single Kau Yang Mengganggu. Untuk itu, berikut ini wawancara singkat INILAH.COM dengan keduanya di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (22/12).
Eksplorasi, nih?
Candil:
Gue memang mau mengeksplorasi, menghasilkan sesuatu yang baru sama Igor Saykoji. Gue di sini senang, karena gue benar-benar bereksplorasi.
Igor:
Sejak 2001 musik gue sebenarnya sudah gue campur sama lagu dangdut, namun karena indie saat itu nggak terlalu dikenal jadi nggak ketahuan. Jujur sebenarnya, gue sudah lama punya ide gila seperti ini. Eksplor abislah.

Ada chemistry nggak di antara kalian?
Candil:
Chemistry sebetulnya gue sudah sering main-main seperti ini. Tapi ini sebenarnya berawal pas gue lagi iseng-iseng. Kita berdua kan satu label, terus coba disambungkan sama produser ternyata klop nih yang udah jadi.
Igor:
Label memang sama, cuma beda cetakan doang. Tapi nyambunglah.
Berapa lama mengerjakan lagu ini?
Igor:
Lumayan lama karena terpotong waktu kesibukan kita masing-masing. Sebenarnya kalo di rumah aja sih dua hari juga selesai.
Candil:
Iya. Begitu lah (mengangguk setuju, red)
Kenapa ambil nuansa musik dangdut dan rap? Terinspirasi siapa?
Candil:
Terinspirasi Haji Rhoma Irama. Gue memang senang banget sama Bang Haji. Ini seperti muncul dari pengaruh alam bawah sadar saja. Gue tiba-tiba muncul ide dari Rhoma Irama.
Igor:
Ini kan lagunya Candil jadi gue cuma diajak feat buat nyanyi sama dia. Gue sendiri kan lagi sibuk promo keliling kota. Jadi nantinya kalau gue sudah nggak sibuk, gue mau ajak dia buat bikin album featuring. Pada dasarnya nge-rap itu fleksibel, jadi mau dicampur sama musik apa saja oke.
Kenapa harus dangdut?
Igor:
Sebenarnya dangdut itu ungkapan hati yang bagus. Mereka merasa diidentifikasikan dengan lagu kampungan, sebenarnya nggak banyak banget. Kenyataannya, pengggemar musik dangdut ada dimana-mana.
Candil:
Ada sebutan seperti itu, padahal gue sendiri juga kampungan. Apa lagi lagu ini merupakan tren baru 2010.
Penyegaran, dong?
Candil:
Ya, gue cuma pengin bikin penyegaran aja. Kalau sampai ada yang buat triger seperti itu, ya mungkin biar jadi lebih ke arah membangun musik Indonesia biar lebih berkembang aja.
Igor:
Jangan sampai orang luar negeri yang menghargai kebudayaan kita aja. Dangdut itu kan karena salah satu kebudayaan bangsa kita. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA